Teknologi-teknologi
pendukung integrasi dan migrasi sistem telah diposting pada tulisan sebelumnya,
yaitu disini. Kesembilan teknologi yang telah dijelaskan tersebut tidak berdiri
sendiri, melainkan ada keterkaitan satu sama lain.
Keterkaitannya
dimulai dari teknologi web service.
Sebagai salah satu teknologi yang umum dikenal dalam integrasi sistem, web service menyediakan interopabilitas
antar mesin. Web service mampu
beroperasi dengan sistem lain, sepanjang berada dalam protokol yang disepakati
bersama. Pertukaran data yang terjadi memanfaatkan berkas XML-base.
Teknologi
web service membantu meng-online-kan suatu sistem maupun service, dengan antarmuka web. Contohnya
dapat dilihat ketika terjadi transaksi di sebuah toko online yang melibatkan pembarayan dari pihak ketiga (Paypal, Bank,
dan lain-lain). Seorang user melakukan aktivitas di toko online, dan ia memutuskan memesan sebuah
barang. Setelah memilih barang yang akan dipesan, user akan diminta memilih cara pembayaran. Misalnya, user tersebut memilih cara pembayaran
dengan credit card dari bank bernama
AA. Pihak toko online harus melakukan
verifikasi terhadap credit card yang
dimiliki user tersebut, kepada pihak
bank AA. Dengan teknologi web service,
proses verifikasi ini dapat dilakukan dengan mudah. Toko online tinggal mengakses service yang disediakan sistem bank AA
untuk melakukan verifikasi terhadap credit
card user, secara online. Disinilah terjadi interaksi
antara sistem pada toko online,
dengan sistem verifikasi credit card
pada bank.
World
Wide Consortium (W3C) dalam situsnya W3.org, mendefinisikan bahwa web service adalah sebuah API (Application
Programming Interface). Dengan kata
lain, web service dapat dikatakan
sebagai bagian dari API. Perbedaannya menurut pemahaman penulis, web service lebih menekankan pada service yang diberikan oleh suatu sistem
dan diakses oleh sistem lain (secara online).
Sedangkan API lebih menekankan kepada interface
atau antarmuka yang digunakan dalam mengakses service tersebut.
Kemudian,
terdapat teknologi over the top atau
OTT. Teknologi yang “numpang lewat” di jaringan milik operator komunikasi ini
sudah sangat populer digunakan. BBM, WhatsApp, LINE, serta KakaoTalk merupakan
sebagian kecil contoh pemanfaatan OTT. Tak hanya aplikasi chatting, layanan dari Google, Facebook, serta Yahoo juga termasuk
OTT. Layanan-layanan OTT cenderung bermain di kancah bisnis, karena prospeknya
yang sangat menguntungkan para OTT players
(developer layanan OTT).
Dalam
layanan OTT, semisal layanan chatting,
terdapat proses antara client dan server. Ketika user
(sebagai client) melakukan koneksi ke
chat server(sebagai server), aplikasi chatting akan membuka koneksi ke sebuah port. Agar komunikasi dapat
diteruskan, socket pada port harus
dibuka oleh server. Proses membuka socket ini memerlukan keahlian programming. Programming inilah yang disebut dengan socket programming.
Selain
terkait langsung dengan socket programming,
layanan OTT juga terkait dengan cloud
computing (komputasi awan). Contoh aplikasi OTT yang menggunakan cloud adalah Google Mail, Yahoo Mail serta
Office 365.
Ketiga
contoh aplikasi tersebut memberika space atau ruang penyimpanan virtual bagi
penggunanya. User akan diberikan “kunci”
space tersebut, yang berupa username dan password. Ruang-ruang penyimpanan ini hanya dapat diakses dengan “kunci”
yang diberikan dan internet. Artinya, perangkat milik user harus terkoneksi ke dalam jaringan internet, agar bisa
mengakses ruang virtual tersebut.
Saat
ini, aplikasi-aplikasi OTT maupun yang berasal dari web service (termasuk API) cenderung memiliki data yang dinamis. Data
yang masuk maupun keluar akan bertambah setiap harinya, bahkan bisa tiap detik.
Pergerakan data yang cukup dinamis ini memerlukan sebuah teknologi untuk
penampungannya. Database merupakan
jawaban dari kebutuhan teknologi tersebut. Database
adalah teknologi penyimpanan data yang sudah sangat umum dipergunakan oleh sistem-sistem
berbasis teknologi informasi.
Selain
disimpan, data dapat diolah agar menghasilkan sebuah pengetahuan. Proses tersebut
dinamakan data mining, yaitu serangkaian
proses untuk mendapatkan pengetahuan dari sebuah data, dimana pengetahuan
tersebut tidak bisa didapatkan secara manual. Proses dari data mining ini memerlukan teknologi data warehouse, yaitu environtment penyimpanan data logical,
yang terpisah dari database, serta
menyimpan informasi dari data tersebut.
Terkadang,
sebuah organisasi memiliki kerjasama dengan organisasi lainnya. Tak jarang
kerjasama ini menimbulkan kebutuhan data dari organisasi lain. Untuk menyelesaikan
permasalahan ini, tidak cukup mengandalkan teknologi database saja. Harus ditambah dengan teknologi open data, sebagai teknologi untuk memberikan keterbukaan akses
terhadap sebuah data.
Teknologi
open data dapat digabungkan dengan cloud computing. Organisasi yang
merupakan sumber data, dapat menyimpan data yang akan di-open dalam ruang
virtual di jaringan internet. Sehingga, organisasi yang memerlukan data cukup
menghubungkan diri dengan internet, untuk dapat mengakses data tersebut. Hal ini
membuat proses request data menjadi
sangat efisien.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Aii. “Teknologi-Teknologi dalam
Integrasi dan Migrasi Sistem”. 17 Maret 2015. 17 Maret 2015 < http://ruangaii.blogspot.com/2015/03/teknologi-teknologi-dalam-integrasi-dan.html
[2] Hijriani, Astria. “SOA & Web Service”.
19 Maret 2012. 17 Maret 2015. < http://astriahijriani.blogspot.com/2012/05/soa-web-service.html
[3] Manouvrier, Bernard., Menard,
Laurent. 2008. Application Integration EAI, B2B, BPM and SOA. UK: ISTE Ltd.
[4] Schmutz, Guido., Liebhart, Daniel.,
Welkenbach, Peter. 2010. Service-Oriented
Architecture: An Integration Blueprint. Birmingham, UK: Packt Publishing
Ltd.
Comments
Post a Comment