Penerapan integrasi dalam sistem
informasi dapat dilakukan pada 3 level. Ketiga level tersebut adalah database, software atau aplikasi, dan middleware.
Database
atau
basis data adalah pengorganisasian data yang saling terkait, sehingga
memudahkan aktifitas untuk memperoleh informasi (Kadir, Abdul: 2003). Keberadaan
database dimaksudkan untuk mengatasi
masalah pada sistem yang menggunakan pendekatan berbasis berkas.
Database
sangat
populer digunakan di berbagai sistem informasi. Hal ini karena keunggulan database dalam efisiensi serta minimalisir
kesalahan, dibandingkan penggunaan berkas. Salah satu sistem informasi yang
memanfaatkan teknologi database adalah
sistem informasi akademik.
Diambil dari website Universitas
Indonesia, sistem informasi akademik adalah aplikasi dalam jaringan untuk
mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga layanan informasi akademik lebih
baik dan efektif. Hal itu bisa terjadi di dalam maupun di luar institusi
pendidikan pengguna sistem informasi akademik.
Contoh sistem informasi akademik adalah
SIMAK FT UNUD, yaitu sistem informasi akademik yang digunakan oleh civitas
Fakultas Teknik Universitas Udayana. Sistem informasi akademik ini memanfaatkan
teknologi database untuk menyimpan
data mahasiswa (termasuk histori studi), perkuliahan, dosen, dan pegawai.
Gambar 1. Tampilan halaman SIMAK FT UNUD
(sumber:
dokumentasi pribadi)
SIMAK FT UNUD bukanlah sistem informasi
akademik yang berdiri sendiri. Sistem informasi ini terintegrasi dengan website milik Universitas Udayana, serta
dengan sistem informasi seluruh fakultas di Universitas Udayana. Secara
hirarki, SIMAK FT UNUD merupakan sub atau bagian dari sistem informasi akademik
Universitas Udayana. Dengan demikian, data yang ada pada SIMAK FT UNUD akan
terintegrasi dengan data yang ada pada website
Universitas Udayana.
Contoh kasus diambil pada data dosen di
SIMAK FT UNUD serta data dosen di database
website Universitas Udayana. Ketika data dosen di SIMAK FT UNUD diperbarui,
maka data dosen di website
Universitas Udayana juga harus diperbarui. Integrasi data dosen di tiap sistem
informasi ini dapat diselesaikan dengan fasilitas join pada pengolahan database
yang menggunakan bahasa SQL (Structured Query Language). Fasilitas Linked
Server juga dapat digunakan, apabila database
berada di server yang berbeda.
Level selanjutnya pada integrasi adalah software atau aplikasi. Software atau perangkat lunak adalah jembatan
bagi manusia (pengguna) untuk berkomunikasi dengan perangkat keras (hardware) komputer. Software membantu memudahkan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan
manusia. Microsoft Office Word merupakan contoh software yang digunakan untuk mengolah kata.
Selain memanfaatkan secara langsung,
melakukan pengintegrasian software juga
salah satu cara untuk mempermudah pekerjaan manusia. Integrasi di level software dilakukan untuk menyatukan
program atau software menjadi
kesatuan sistem tertentu.
Untuk dapat melakukan integrasi, software atau program yang
diintegrasikan sebaiknya bersifat open
source, ataupun yang dibuat sendiri. Software
dengan source code yang terbuka
akan memudahkan dalam melakukan integrasi software, dibandingkan dengan source code yang tertutup.
Salah satu integrasi software terlihat pada smart city, dalam bagian smart governance. Pemerintahan yang
bersifat smart mendukung berbagai
teknologi di dalam prosesnya, salah satunya dalam pelayanan publik. Penggunaan mobile banking (e-banking) dalam
pembayaran telepon, listrik, air, pajak, merupakan salah satu bagian dari
pelayanan publik berbasis smart
governance.
Gambar 2. Smart
Governance
(sumber: http://www.infogovcommunity.com/blog/2011/07/smart-governance-governing-the-global-knowledge-society/)
Proses pembayaran menggunakan e-banking
difasilitasi oleh software untuk
e-banking serta internet, agar pembayaran berjalan lancar. Software yang digunakan dalam proses e-banking harus memiliki
fasilitas pengintegrasian dengan software
yang digunakan untuk pengolahan data pembayaran air, telepon, listrik,
pajak, dan lain-lain, sehingga informasi mengalir dengan tepat dan jelas.
Apabila kode program masing-masing software
tidak bersifat terbuka, maka pembuatan fasilitas untuk melakukan integrasi
akan terhambat.
Level terakhir dari integrasi adalah middleware. Middleware sering disebut dengan istilah protokol (aturan atau
standar yang mengatur hubungan antar perangkat). Secara hirarki, middleware berada diantara hardware
dan software. Middleware dapat diterapkan pada hardware, software,
maupun keduanya.
Penerapan Enterprise Service Bus (ESB)
adalah salah satu pengintegrasian di level middleware.
ESB merupakan platform integrasi
berbasis standar untuk menghubungkan dan mengkoordinasi interaksi beberapa
aplikasi di sebuah perusahaan. Artinya, ESB adalah infrastruktur untuk menngintegrasikan
aplikasi dan layanan. Gambar berikut memberikan illustrasi mengenai ESB.
Gambar
3.
Ilustrasi ESB
ESB memiliki beberapa tugas utama. Sesuai
fungsinya sebagai middleware, ESB
akan memantau dan mengontrol routing
pertukaran pesan antar layanan. Selain itu, ESB juga mengatasi konflik antar komponen
layanan komunikasi. Mengontrol penyebaran dan versioning dari layanan, serta melayani penanganan event, transformasi data dan pemetaan,
konversi protokol, dan menguatkan kualitas layanan komunikasi yang tepat, juga
bagian dari tugas utama ESB.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Agus Eka Pratama S.T., M.T., I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.
[2] http://fti.uajy.ac.id/sentika/publikasi/makalah/2012/2012-9.pdf (Diakses pada 2 Maret 2014).
[3] http://old.ui.ac.id/id/administration/page/teknologi-informasi (Diakses pada 2 Maret 2015).
[4] http://yana.staf.upi.edu/2013/10/27/enterprise-service-bus-esb/ (Diakses pada 3 Maret 2014).
[5] http://www.unud.ac.id/eng/ (Diakses pada 2 Maret 2014).
[6] Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI OFFSET.
[7] simak.ft.unud.ac.id (Diakses pada 2 Maret 2014).
[1] Agus Eka Pratama S.T., M.T., I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.
[2] http://fti.uajy.ac.id/sentika/publikasi/makalah/2012/2012-9.pdf (Diakses pada 2 Maret 2014).
[3] http://old.ui.ac.id/id/administration/page/teknologi-informasi (Diakses pada 2 Maret 2015).
[4] http://yana.staf.upi.edu/2013/10/27/enterprise-service-bus-esb/ (Diakses pada 3 Maret 2014).
[5] http://www.unud.ac.id/eng/ (Diakses pada 2 Maret 2014).
[6] Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI OFFSET.
[7] simak.ft.unud.ac.id (Diakses pada 2 Maret 2014).



Comments
Post a Comment