TEKNOLOGI-TEKNOLOGI DALAM INTEGRASI DAN MIGRASI SISTEM

Pelaksanaan integrasi serta migrasi sistem membutuhkan sarana, yang salah satunya adalah teknologi untuk menjalankannya. Beberapa teknologi berikut dapat dijadikan sarana untuk melakukan integrasi serta migrasi sistem, sesuai kebutuhan.

A.                Web service
Web service atau penyedia layanan web adalah teknologi yang sangat umum dalam integrasi serta migrasi sistem. W3C (w3.org) dalam kaitan dengan workgroup-nya, mendefinisikan web service sebagai sistem software yang dirancang untuk  mendukung interopabilitas antar mesin yang dapat berinteraksi melalui jaringan.  Web service mendukung interopabilitas antar mesin, berarti web service mampu berinteraksi dengan satu atau beberapa aplikasi lain serta memungkinkan terjadinya pertukaran data maupun informasi. Pertukaran ini tentunya melalui sebuah protokol berdasarkan kesepakatan bersama, yang memanfaatkan file XML.

Aplikasi atau sistem lain berinteraksi dengan web service menggunakan deskripsi yang telah ditentukan, dengan pesan SOAP (Simple Object Access Protocol). SOAP merupakan mark-up language berbasis XML, yang berguna sebagai tempat pergantian pesan antar aplikasi. Kalau diibaratkan, SOAP adalah sebuah amplop dan digunakan pada pertukaran data obyek dalam sebuah network.

Penjelasan tersebut telah memperlihatkan bagaimana teknologi web service digunakan dalam integrasi sistem. Web service mampu berinteraksi dengan satu atau lebih aplikasi tanpa batasan waktu. Namun yang harus diingat, aplikasi yang akan diintegrasikan dengan web service harus berada dalam jaringan yang sama (umumnya menggunakan jaringan public seperti internet).

B.                 API (Application programming interface)
API atau application programming interface merupakan teknologi integrasi serta migrasi sistem yang akan dibahas disini. Glosarium Google AdSense menuliskan bahwa API adalah antarmuka yang dapat digunakan oleh aplikasi maupun sistem komputer, untuk mengakses sekumpulang fungsi ataupun program yang berasal dari pihak ketiga.

Pengertian lain, API adalah aturan ataupun protokol berupa antaramuka “interface”, dimana interface ini membuat adanya interaksi antar program mupun aplikasi. Dengan kata lain, API menjadi sebuah jembatan untuk beberapa aplikasi maupun program, agar bisa berkomunikasi, berinteraksi serta bertukar data.

C.                Data Warehouse
Data warehouse termasuk salah satu teknologi dalam pemanfaatan integrasi serta migrasi sistem, dimana data warehouse menggabungkan antara pengelolaan serta pemeliharaan data. Sederhananya, data warehouse memfasilitasi sebuah organisasi untuk melakukan pengelolaan serta pemeliharaan data, yang diperoleh dari sistem maupun aplikasi operasional. Data warehouse diproduksi dengan tujuan mendukung pembuatan keputusan.

Data warehouse bukanlah sebuah produk, tetapi lebih kepada environment (lingkungan), dimana user dapat menemukan informasi yang bersifat strategi di dalamnya. Hal tersebut karena data warehouse adalah kumpulan data logical yang terpisah dengan database operasional. Data yang ada dalam database dibawa sedemikian rupa ke dalam data warehouse, hingga berbentuk menjadi sebuah ringkasan, yang memiliki informasi di dalamnya. Namun informasi yang ada pada data warehouse belum terlihat dengan sangat jelas.

Data dalam data warehouse sifatnya berorientasi subjek, terintegrasi, memiliki dimensi waktu(time series), serta nonvolatile. Dalam sebuah organisasi, data yang ada pada data warehouse biasanya dijadikan pendukung dalam proses pengambilan keputusan oleh para petinggi organisasi (semisal manajer organisasi).

D.                Database
Sebelum adanya datawarehouse, terlebih dahulu dikenal teknologi database (basis data). Secara umum, database adalah pengorganisasian data yang saling terkait, sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi (Abdul Kadir: 2003). Database dimaksudkan untuk mengatasi masalah pada sistem yang memakai pendekatan berkas secara fisik.

Selain menurut Abdul Kadir, terdapat beberapa pengertian lain mengenai database, yang dikutip dari laman blogferryarloncy.wordpress.com. Berikut 5 pengertian database yang ada pada laman tersebut.
1)                  Database adalah kumpulan informasi yang disimpan dalam komputer secara sistematik untuk memperoleh informasi dari database tersebut.
2)                  Database adalah representasi kumpulan fakta yang saling berhubungan disimpan secara bersama, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
3)                  Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek tertentu untuk tujuan tertentu pula.
4)                  Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu sehingga mampu memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh pengguna.

E.                 OTT (Over The Top)
Apakah anda pengguna rutin aplikasi BBM, WhatsApp, Line, dan sejenisnya? Jika ya, anda sudah termasuk pengguna layanan over the top.

Secara bebas, over the top atau OTT didefinisikan sebagai layanan atau teknologi yang memanfaatkan (atau berada dalam)  infrastuktur teknologi lainnya. Teknologi OTT ini sangat erat kaitannya dengan penyedia jasa telekomunikasi, karena OTT memanfaatkan infrastruktur dari telekomunikasi.

Dalam hal telekomunikasi, OTT dapat diartikan sebagai layanan mapun teknologi yang memanfaatkan infrastruktur jaringan telekomunikasi untuk menjalankan bisnisnya. Walaupun memanfaatkan infrastruktur jaringan telekomunikasi, namun OTT tidak melibatkan operator atau penyedia layanan jaringan telekomunikasi. Istilahnya, OTT hanya “numpang lewat” dalam jaringan telekomunikasi.

Menurut studi kasus dari Distruptive Analysis, layanan OTT terbagi ke dalam empat kategori. Keempat kategori layanan tersebut adalah sebagai berikut.
1.                  Konten, video, dan portal
2.                  Komunikasi, social network, dan identity
3.                  Komunikasi enterprises, security, dan cloud
4.                  Konektivitas OTT

F.                 Socket programming
Socket merupakan istilah yang muncul pertama kali pada komputer dengan OS UNIX. Socket sendiri diartikan sebagai mekanisme komunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antar program atau proses, dalam satu maupun beberapa mesin. Socket membuat program maupun proses dapat berkomunikasi, sepanjang program maupun proses berada dalam jaringan TCP/IP. Dapat dikatakan bahwa komunikasi dengan socket merupakan pengembangan dari teknologi client-server. Disini server akan menunggu koneksi dari client. Koneksinya bersifat peer-to-peer (setiap proses berjalan simetris).

Cara berkomunikasi dengan socket memanfaatkan file deksriptor. Agar sebuah komunikasi berjalan, maka file deskriptor akan ditulis serta dibaca oleh keduanya. Proses inilah yang disebut dengan socket programming.

Contoh sederhana dari komunikasi dengan socket adalah aplikasi chatting, yang dalam hal ini terlihat jelas penggunaan konsep client-server. Saat user (client) melakukan koneksi ke chat server, aplikasi akan membuka koneksi ke sebuah port. Disini, server perlu membuka socket pada port tersebut dan “mendengarkan” koneksi yang datang. Dalam hal ini, socket merupakan gabungan dari host address dan port address.

G.                Data mining
Teknologi integrasi sistem berikutnya adalah data mining. Data mining sangat terkait dengan dua teknologi yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu data warehouse dan database.

Diambil dari laman blogferryarloncy.wordpress.com, data mining adalah serangkaian proses untuk mendapatkan value information berupa pengetahuan dari sekumpulan data, yang tidak bisa didapatkan dengan cara manual. Minning merupakan istilah yang merujuk pada pendeskripsian penemuan dari sejumlah besar fakta. Data mining merupakan akar dari beberapa ilmu, seperti artificial intellegence (AI), machine learning, serta statistik dan database.

Pengetahuan yang dihasilkan dari data mining didapatkan dengan menerapkan beberapa fungsi. Fungsi-fungsi yang diterapkan dalam data mining adalah sebagai berikut.
1.                  Assosiation, adalah proses untuk menemukan aturan assosiatif antara suatu kombinasi item dalam suatu waktu.
2.                  Sequence process, adalah proses untuk menemukan aturan assosiatif antara suatu kombinasi item dalam satu waktu dan diterapkan lebih dari satu periode.
3.                  Clustering, adalah proses pengelompokan sejumlah data atau obyek ke dalam kelompok data (cluster) sehingga setiap cluster berisi data yang mirip.
4.                  Classification, adalah proses penemuan model atau fungsi yang menjelaskan atau membedakan konsep atau kelas data, dengan tujuan untuk dapat memperkirakan kelas dari suatu objek yang labelnya tidak diketahui.
5.                  Regretion, adalah proses pemetaam data dalam suatu nilai prediksi.
6.                  Forecasting, adalah proses pengestimasian nilai prediksi berdasarkan pola-pola di dalam sekumpulan data
7.                  Solution, adalah proses penemuan akar masalah dan problem solving dari persoalan bisnis yang dihadapi atau paling tidak sebagai informasi pendukung dalam pengambilan keputusan.

H.                Open data
Open data terdiri dari dua kata, yaitu open yang dalam Bahasa Indonesia artinya terbuka, dan data yaitu kumpulan fakta. Secara harfiah, open data dimaknai sebagai kumpulan fakta yang terbuka. Pengertian tersebut menimbulkan pertanyaan, terbuka dalam hal apa?

Dalam dunia teknologi informasi, open data adalah data yang bisa bebas digunakan, digunakan kembali, dan disebarluaskan kembali oleh semua orang - tergantung pada persyaratan sifat dan keterbagian yang dimiliki. Jadi terbuka disini berarti bebas digunakan serta disebarluaskan kembali (dengan beberapa persyaratan).

Dalam open data, aspek ketersediaan serta akses terhadap data sangatlah penting. Data harus tersedia utuh dan tidak memerlukan biaya reproduksi yang berlebihan, serta tersedia dalam bentuk yang mudah digunakan (convenient) dan dapat diubah (modifiable).

Walaupun sifatnya terbuka, penggunaan open data juga harus berdasarkan pada etika-etika teknologi informasi. Reuse dan penyebarluasan data (termasuk pencampuran dengan data lain) harus dilakukan melalui syarat-syarat yang berlaku, agar tidak menimbulkan permasalahan dalam penggunaan serta pemanfaatannya.

I.                   Cloud computing
Teknologi terakhir yang bisa dimanfaatkan untuk mengintegrasikan sistem adalah cloud computing atau komputasi awan. Barie Sosinky dalam bukunya yang berjudul Cloud computing Bible, menuliskan bahwa cloud computing merujuk kepada sebuah aplikasi atau services yang berjalan pada jaringan komputer terdistribusi dengan media penyimpanan virtual dan diakses melalui protokol internet dan jaringan. Dapat dikatakan bahwa cloud computing merupakan gabungan antara teknologi komputer dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (cloud/awan). Cloud mampu menjalankan berbagai aplikasi pada komputer yang terkoneksi dalam satu waktu tertentu. Namun, bukan berarti semua komputer yang terkoneksi ke internet menjalankan cloud.

Contoh nyata penggunaan cloud computing adalah layanan email, seperti YahooMail, Gmail, dan lain-lain. Layanan tersebut memberikan kapasistas penyimpanan email kepada para penggunanya. Data di beberapa server penyedia layanan tersebut diintegrasikan secara global, sehingga user tidak perlu mengunduh software apapun untuk menggunakan layanan tersebut. Cukup memiliki perangkat yang terkoneksi internet, maka layanan sudah dapat diakses.

DAFTAR PUSTAKA
[1]        “API”. 16 Maret 2015 <https://support.google.com/adsense/answer/32755?hl=id
[2]        Edwin. “Pemrograman Socket”. 20 Maret 2012. 16 Maret 2015 < http://edwincool07.blogspot.com/2012/03/pemrograman-socket.html
[3]        Hamdani. “Apa Itu Web Service?”. 15 Juli. 16 Maret 2015 <http://hamdani.blog.ugm.ac.id/2011/07/15/apa-itu-web-service/
[4]        Kadir, Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI OFFSET.
[5]        Manouvrier, Bernard., Menard, Laurent.  2008. Application Integration EAI, B2B, BPM and SOA. UK: ISTE Ltd.
[6]        “Pengenalan API dan Web API”. 16 Maret 2015 <https://yanabatuwael201043073.wordpress.com/pengenalan-api-dan-web-api/
[7]        “Pengertian / konsep database, data warehouse, data mining ( Jelaskan, Sebutkan Perbedaanya & Hubungannya ) ?”.  1 Oktober 2014. 13 Maret 2015 <https://blogferryarloncy.wordpress.com/2014/10/01/pengertian-konsep-database-data-warehouse-data-mining-jelaskan-sebutkan-perbedaanya-hubungannya/
[8]        Radakrishnan, Mani and Jon Solworth. “Socket Programming in C/C++”. 24 September 2014. 16 Maret 2015 <https://subjects.ee.unsw.edu.au/tele3118/wk6_sockets.pdf
[9]        Ruswanda, Gentra Aditya Puta. “OTT-Players”. Jurnal Geladi Telkom RDC Divisi Marketing Research. 09 September 2012. 16 Maret 2015 < http://www.slideshare.net/gentraa/ott-players
[10]      Schmutz, Guido., Liebhart, Daniel., Welkenbach, Peter. 2010. Service-Oriented Architecture: An Integration Blueprint. Birmingham, UK: Packt Publishing Ltd.
[11]      “Web Service Architecture”. 11 Februari 2014. 16 Maret 2015 < http://www.w3.org/TR/2004/NOTE-ws-arch-20040211/#whatis

Comments