Pemasangan (Instalasi) Linux IGOS Nusantara

1.1.            Sekilas Tentang IGOS Nusantara (IGN)
Linux IGOS Nusantara merupakan distro Linux buatan anak bangsa Indonesia yang berbasis distro Linux Fedora. Dikutip dari laman resmi Linux IGOS Nusantara, IGOS Nusantara atau disingkat IGN adalah sistem operasi dengan perangkat lunak legal, handal dan tanpa membayar lisensi untuk pengguna di Indonesia. IGN dikembangkan oleh Pusat Penelitian Informatika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bersama dengan beberapa komunitas.
IGN dilengkapi dengan berbagai perangkat lunak (software) anyar. Berikut ini beberapa paket atau aplikasi yang ada di IGOS Nusantara:
·                     Aplikasi Perkantoran: LibreOffice
·                     Aplikasi Grafis: Gimp, Inkscape, Blender
·                     Aplikasi Internet: FireFox, Pidgin, Thunderbird
·                     Aplikasi Multimedia: Gnome Player, XMMS, Audio Mixer, VLC
·                     Aplikasi Bantu: GParted, k3b, brasero, ntfs-3g
1.2.            Instalasi IGN
IGN dapat diinstal pada harddisk perangkat yang dimiliki, USB flashdisk maupun dijalankan secara live (tanpa instalasi ke harddisk). Hal itulah yang membuat IGN menjadi OS yang fleksibel serta mudah digunakan.
Melalui artikel ini penulis akan menunjukan langkah-langkah instalasi IGN pada mesin virtual, berupa VirtualBox. Untuk itu penulis menyiapkan sebuah perangkat berupa laptop yang sudah terinstall dengan program VirtualBox. Berikut langkah-langkah yang penulis lakukan.
1.                  Menyiapkan Perangkat serta Program yang Diperlukan
Penulis menggunakan sebuah perangkat laptop dengan Operating System (OS) Windows 7 dan processor Intel Core i3. Laptop telah terpasangi dengan program Oracle VM VirtualBox versi 4.2.18. Installer program ini dapat diunduh melalui alamat resmi Oracle di www.oracle.com.
Selain itu, penulis juga menggunakan program Daemon Tools Lite untuk melakukan mounting terhadap file .ISO dari Linux IGOS Nusantara. Program tersebut dapat diunduh versi trial-nya (berlaku 20 hari) di http://www.daemon-tools.cc/downloads/. Berikut tampilan program Virtual Box serta Daemon Tools Lite yang terdapat pada laptop penulis.
Gambar 1. Tampilan desktop ikon Oracle VM VirtualBox dan Daemon Tools Lite (pada lingkaran merah)
2.                  Melakukan Mounting File .ISO
File .ISO ini akan digunakan dalam proses instalasi IGN. File didapatkan bonus CD buku berjudul “Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya” karangan I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T. Selain didapatkan melalui CD bonus buku tersebut, file .ISO IGN bisa diunduh secara langsung dan gratis di http://igos-nusantara.or.id/unduh.
File .ISO tersebut di-mounting dengan program Daemon Tools Lite. Hasil mounting tersebut berada di drive (G:) laptop penulis.
3.                  Membuat Machine di Virtual Box
Penulis membuat sebuah machine pada VirtualBox dengan beberapa spesifikasi. Machine ini dinamai dengan IGOS dan memiliki basis operating system Linux Fedora. Machine IGOS memiliki 512MB RAM, memiliki sebuah virtual hard drive dengan format .vdi yang tersimpan di harddisk laptop dan berkapasitas 8GB. Berikut tampilan machine IGOS yang dibuat di VirtualBox.
Gambar 2. Machine IGOS dan spesifikasinya
4.                  Melakukan Boot Live
Machine IGOS dijalankan, kemudian penulis memilih IDE secondary master dengan Host Drive (G:) (host drive tempat hasil mounting pada langkah 2). Apabila berhasil, maka akan dijalankan live DVD Linux IGOS Nusantara seperti pada tampilan berikut.
Gambar 3. Boot Linux IGOS Nusantara dan pilihan yang diberikan
            Penulis memilih menjalankan liveDVD-32 (opsi pertama). Proses booting pun akan terjadi. Proses booting dapat ditunggu hingga muncul tampilan desktop IGOS Nusantara seperti gambar berikut.
Gambar 4. Tampilan desktop OS IGOS Nusantara
5.                  Memasang ke Harddisk
Langkah selanjutnya adalah memasang ke harddisk. Pada dekstop, terdapat menu Pasang ke Harddisk. Double klik menu tersebut, sehingga muncul jendela seperti gambar berikut.
Gambar 5. Proses pemasangan ke harddisk
            Terdapat beberapa opsi pada proses pemasangan. Opsi pertama dipilih apabila seluruh ruang pada harddisk akan digunakan oleh OS ini (berlaku untuk single OS pada perangkat). Opsi kedua dipilih apabila hendak menimpa OS yang sudah terpasang sebelumnya (OS yang sebelumnya akan terhapus dan partisi tidak dilakukan lagi karena menggunakan partisi OS sebelumnya). Sementara itu, opsi terakhir dipilih ketika pengguna menginginkan dual booting (terdapat dua buah OS pada satu perangkat). Penulis memilih opsi pertama, karena machine hanya memasang single OS dan semua ruang akan digunakan. Checkbox “pakai VLM” pada bagian bawah dihilangkan centangnya (penulis membiarkan sistem yang membuatkan partisi), kemudian tekan tombol selanjutnya.
            Pada tahap ini, proses pemasangan ke harddisk sedang berjalan. Pada proses instalasi dilakukan penyalinan semua file oleh sistem ke harddisk, serta pemasangan paket dan konfigurasi. Proses ini memakan waktu sekita 5 hingga 15 menit, tergantung spesifikasi perangkat yang digunakan.
Gambar 6. Proses instalasi
            Setelah proses pemasangan selesai, akan muncul jendela yang memberikan pesan bahwa pemasangan telah selesai. Berikut tampilannya.
Gambar 7. Notifikasi pemasangan ke harddisk telah selesai
            Jendela notifikasi tersebut dapat ditutup, kemudian machine dapat di-reboot. Pasca melakukan reboot, sistem akan menyuguhkan menu untuk memasuki OS Linux IGOS Nusantara. Karena pertama kali login, penulis menggunakan username “igos” dan password dikosongkan. Setelah melakukan login, maka akan muncul tampilan dekstop Linux IGOS Nusantara, yang berarti sistem operasi telah siap digunakan sesuai kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA

[1]        Agus Eka Pratama S.T., M.T., I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.

Comments