Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning) dan CRM (Customer Relationship Management)

1.1.            Pendahuluan
Globalisasi serta perkembangan zaman melahirkan berbagai standar persaingan yang tidak akan ditemukan di masa terdahulu. Standar persaingan tersebut beragam tingkatannya. Ada yang sangat tinggi untuk dilakukan, ada juga yang bahkan tidak mungkin dilakukan. Walau dibilang seakan tidak mungkin, nyatanya standar persaingan apapun harus diikuti dan dilewati dengan baik, agar tetap bisa bertahan hidup.

Salah satu contoh nyata adalah standar persaingan di bidang teknologi pada perusahaan. Jauh sebelum teknologi komputer dikenal, mungkin insting para ahli bisa menentukan nasib sebuah perusahaan. Namun ketika memasuki zaman serba canggih seperti sekarang, hal-hal semacam insting dapat dikalahkan dengan berbagai kecanggihan dari teknologi komputer. Mau tidak mau, perusahaan yang dulunya mengandalkan insting para ahli harus mau bermigrasi memanfaatkan kecanggihan teknologi, agar tetap bisa bertahan dalam ketatnya persaingan hidup.

Berbicara mengenai perusahaan dan teknologi, maka salah satu hal yang ada di dalamnya adalah integrasi dan migrasi sistem. Perusahaan masa kini yang menerapkan sistem terintegrasi tentu saja meningkatkan berbagai efisiensi serta keseragaman budaya kerja antar individual maupun antar departemen perusahaan. Apabila perusahaan belum menerapkan sistem terintegrasi, sangat mungkin banyak terjadi pemborosan hingga kurang kompaknya karyawan karena budaya kerja yang tidak seragam.

Pentingnya sistem terintegrasi harus disadari oleh seluruh perusahaan, agar kinerja perusahaan makin baik. Baiknya kinerja perusahaan akan berdampak pada peningkatan profit serta kesejahteraan karyawan.

1.2.            Enterprise Resource Planning (ERP): Sistem Internal Terintegrasi
Enterprise Resource Planning (ERP) yang dalam bahasa Indonesia berarti perencanaan sumber daya perusahaan, merupakan sistem informasi terintegrasi yang diperuntukan bagi perusahaan, baik perusahaan manufaktur maupun jasa. ERP berperan dalam mengintegrasikan dan aotumatisasi bisnis proses yang berhubungan dengan proses produksi, operasi, maupun distribusi di sebuah perusahaan.

ERP sering disebut dengan back-office system. Maksudnya, pelanggan (customer) maupun khayalak umum tidak dilibatkan dalam sistem. Dengan kata lain, sistem ERP ini hanya melibatkan internal perusahaan.

Terdapat beberapa keuntungan ketika sebuah perusahaan menggunakan sistem informasi ERP. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain sebagai berikut.
1.                  Adanya integrasi data keuangan yang memudahkan pihak manajemen perusahaan dalam melihat keuangan perusahaan
2.                  Standarisasi proses operasi
3.                  Standarisasi data dan informasi
4.                  Penurunan Inventori
5.                  Penurunan tenaga kerja yang diperlukan
6.                  Peningkatan service level
7.                  Peningkatan kontrol keuangan
8.                  Penurunan waktu untuk mendapatkan informasi

Banyak tersedia software-software ERP. Beberapa diantaranya adalah Phreedom (open source), INTACS, Acumatica, dan lain-lain.

1.3.            Customer Relationship Management: Integrasi dengan Pelanggan
Customer Relationship Management atau CRM adalah sistem informasi terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas pra penjualan dan pasca penjualan dari sebuah organisasi. CRM ini meliputi semua aspek yang berhubungan dengan pelanggan (customer) maupun calon pelanggan, diantaranya layanan pusat panggilan (call centre), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support), dan layanan lapangan (field service).

Sasaran dari keberadaan CRM adalah meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan, melalui pengertian serta pengamatan terhadap kebiasaan (behaviour) pelanggan. CRM bertujuan menyediakan umpan balik (feedback) yang lebih efektif serta integrasi yang lebih baik dengan pengendalian Return of Investment (ROI). Proses otomatisasi yang ada pada CRM digunakan untuk menghasilkan personalisasi pemasaran otomatis berdasarkan informasi pelanggan yang tersimpan di sistem.

Sebuah aplikasi CRM yang baik memiliki standar tertentu. Aplikasi CRM dikatakan layak apabila setidaknya dapat menjalankan fungsi-fungsi berikut.
1.                  mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan
2.                  bersifat customer-oriented
3.                  pengukuran dilakukan berdasarkan sudut pandang customer
4.                  pelayanan pelanggan dilakukan dengan proses peer-to-peer
5.                  menyediakan customer support
6.                  menangani keluhan (komplain) pelanggan
7.                  mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
8.                  membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan

Salah satu conton aplikasi CRM adalah Sugar CRM. Aplikasi Sugar CRM merupakan aplikasi open source berbasis cloud, dan penggunaannya harus dengan koneksi internet. Sugar CRM dapat diunduh secara cuma-cuma di http://www.sugarcrm.com/download/.


DAFTAR PUSTAKA
[1]        Agus Eka Pratama S.T., M.T., I Putu. 2014. Smart City Beserta Cloud Computing dan Teknologi-Teknologi Pendukung Lainnya. Bandung: Informatika.
[2]  “Manajemen Hubungan Pelanggan”. http://id.wikipedia.org/. 28 April 2015. < http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_hubungan_pelanggan

[3]   “Perencanaan Sumber Daya Perusahaan”. http://id.wikipedia.org/. 28 April 2015. < http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan_sumber_daya_perusahaan

Comments